Shanghai
Bagi aku setiap
tempat pasti mempunyai arti dan kenangan tersendiri. Dimana aku dilahirkan dan
dibesarkan, dimana aku belajar mandiri dengan hidup serba sendiri tanpa orang
tua, dan tempat dimana aku bepergian mencari pengalaman baru atau hanya sekedar
ingin tahu dengan tempat baru. Semua tempat dimana kaki berpijak telah membuat
garisan kenangan tersendiri tentang tempat itu. (bahasanya udah cukup sok
puitis?)
Shanghai. Kota metropolitan berada di China yang pernah aku impikan untuk kesana. Aku pernah memposting di akun twitter bahwa suatu hari I'll be there dan ternyata rencana Allah itu indah.
Berawal dari tawaran ikut ke Shanghai sama teman sekamar, Sitta. Awalnya hanya tawaran tapi terlaksanaka. Berhubung iman ini tipis setipis kulit lumpia kalau untuk urusan traveling, jadilah aku, Sitta, Adrian dan Itmam pergi ke Shanghai. Kalau bisa dikatakan, ini agenda kilat. Setelah semua fix yakin ikut, langsung beli tiket kereta. Pergi serba rencana kilat dengan bahasa mandarin yang seadanya karna kita baru dua bulan belajar bahasa mandarin.
Tiket Zhengzhou-Shanghai 128.5 yuan, jadi pulang pergi 257 yuan dan harga hostel seingetku sekitar 80 yuan per-bed untuk satu malam di Shanghai Soho International Youth Hostel. Hostel di sana walaupun terbilang murah, tapi nyaman banget dan bisa pilih tipe kamar. Karena kita mau yang lebih students pocket (pastinya) jadi booking tipe dorm satu kamar untuk 6 orang female.
Kita naik kereta yang umum. Berangkat jam 23.15 dari Zhengzhou dan
sampai sekitar pukul 14.00. Kondisi kereta saat itu Subhanallah ramai
dan sesak! Selama sekitar 14 jam sesak dan engga bisa tidur. Sampai di hostel
sekitar jam 14.32 (setelah nyasar gerimis-gerimis nyari hostelnya). Habis
maghrib nyari makan tapi ternyata susah nemuin nasi (orang Indonesia yang di
cari nasi :D). Setelah milih-milih mau makan apa Alhamdulillah akhirnya dapet.
Karena capek, besok pagi baru kita keluar untuk jalan-jalan. Untuk transportasi
kita menggunakan subway biar murah, cepat, dan nyaman. Subway
juga buat kita belajar rute-rutenya dan nyasar-nyasar
Pertama kita ke People's Park. Banyak yang menarik disana dan tempatnya juga enak. Banyak pohon-pohon rindang yang membuat atmosphere tidak terlalu panas walaupun lagi summer. Yang menarik untuk pertama kalinya aku lihat banyak foto dan biodata orang di pajang di pinggiran jalannya. Ternyata itu semacam biro jodoh, jadi yang mau nyari jodoh bisa milih latar belakang jodoh maunya gimana :D
Tujuan sebenarnya setelah People's Park itu mau langsung ke The Bund. Tapi, untuk kesana kita melewati beberapa tempat yang sebelumnya kita engga tahu. Karna ini trip mandiri, jadi dimana kita lihat tempat bagus dan gak pake bayar tiket kita masuk.
Dari Nanjing road langsung ke The Bund. Empat anak manusia yang sebenarnya
lelah tapi ketutup oleh excited rela jalan muter-muter, berpanas dan berlelah
buat liburan. Di the bund duduk dari
sore sampe malam cuma mau liat suasana malam disana gimana dan juga karna
capek.
Besoknya, Aku, Adrian, Itmam pisah sama Sitta. Tujuan awal ke Shanghai itu
karna Sitta mau datengin Lay (EXO) yang lagi ngadain acara di Shanghai aja tapi
kitanya ga ikutan. Sejujurnya kita itu gatau mau kemana habis ini tapi
yaudahlah jalan aja dan akhirnya......kita nyasar di Pudong.
Awalnya lihat di rute pudong ini kayaknya ramai
soalnya pusat rute subway dari Pudong semua. Sampai disana
jeng..jeng...sepiiiiii, yang ada bangunan gede perkantoran. Disana aku sama
Adrian cuma nganterin Itmam ke toilet umum -_- habis itu kita balik lagi naik
subway.
Niatan kali ini mau ke tengah-tengah kota dekat
Shanghai Pearl Tower. Tapi, lagi-lagi nyasar dan kita jalan aja terus.
Hitung-hitung pengalaman lihat tempat baru.
Akhirnya kita sampai deh ke tempat tujuan kita. Muter-muter
sampai penat, kita bertiga pulang ke daerah hostel dan ngopi di McD baru balik.
Hari terakhir waktunya kita pulang. Tapi karena tiket kita jam 4 sore, kita
mampir ke taman sakura yang sakuranya gak ada :D yaiya bukan musim semi.
Akhirnya sampai di stasiun, kita buru-buru masuk
kereta karena takut tempat duduk kita diambil dan sesak sesakan lagi. Tapi ternyata
beda banget sama waktu pergi. Keretanya nyaman dan gak sesak.
Untuk sampai ke Zhengzhou kita harus merelakan
pinggag dan bokong ini duduk berbelas jam lagi.
Nah, sekian deh flashback trip Shanghainya.
Komentar
Posting Komentar